P E R H A T I A N

SILAHKAN DICOPY (DISEBAR LUASKAN), JIKA ADA TULISAN YANG TIDAK SESUAI DENGAN AL-QURAN DAN SUNNAH, MAKA TINGGALKANLAH PENDAPAT DI BLOG INI. KEMUDIAN IKUTI PENDAPAT YANG SESUAI DENGAN AL-QURAN DAN SUNNAH.

Keutamaan Menyayangi Anak Yatim

Bookmark and Share
Keutamaan memuliakan anak yatim selain mendapatkan  “makanan jiwa”  ternyata berbagi untuk anak yatim dan duafa bisa membuat kita mendapat begitu banyak kebaikan diantaranya beroleh kebaikan berlipat ganda dan dilembutkan hatinya.
  • "Barangsiapa meletakkan tangannya diatas kepala anak Yatim dg penuh kasih sayang, maka ALLAH akan menuliskan kebaikan pada setiap lembar rambut yg disentuhnya" (H.R. Ahmad)
  • "Seseorang mengeluhkan hatinya yg keras kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bersabda : “ Usaplah kepala anak YATIM (dg penuh kasih sayang) dan beri makanlah orang miskin." (H.R. Ahmad)
  • “Aku dan pemelihara anak YATIM, di syurga seperti ini” kata Rasulullah sambil memberi isyarat dg merapatkan jari telunjuk dan jari tengah beliau." (H.R Bukhari)
  • “Barang siapa yang mengambil anak YATIM dari kalangan Muslimin, memberinya makan dan minum maka ALLAH akan memasukkanya ke sorga, kecuali bila mereka melakukan dosa besar yg tak terampuni", (syirik- pen) – (H.R. Thurmudhi)
  • “ Barang siapa yang mengasuh tiga anak yatim, dia bagaikan bangun pada malam hari dan puasa pada siang harinya dan bagaikan orang yang keluar setiap pagi dan sore menghunus pedangnya untuk berjihad fisabilillah. Dan kelak di surge bersamaku bagaikan saiudara, sebagaimana kedua jari ini, yaitu jari telunjuk dan jari tengah". (HR Ibnu Majah)
Rumah tempat pemeliharaan anak YATIM tsb akan sangat dimuliakan:
  • “Sebaik-baik rumah kaum muslimin adalah rumah yg didalamnya anak YATIM diperlakukan dg sangat baik. Dan sejelek-jelek rumah kaum muslimin adalah rumah yg didalamnya anak YATIM diperlakukan dg sembarangan dan kasar.” (H.R. Ibnu Mubarak)
  • “Demi yang mengutusku dengan hak, ALLAH tidak akan menyiksa pada hari qiamat nanti, orang-orang yang menyayangi anak yatim, santun dan lemah lembut pembicaraan mereka dengan anak YATIM itu serta menyayangi kelemahan dan keyatimannya" (H.r. Thabrani dari Abu Hurairah)

{ 1 komentar... Views All / Post Comment! }