P E R H A T I A N

SILAHKAN DICOPY (DISEBAR LUASKAN), JIKA ADA TULISAN YANG TIDAK SESUAI DENGAN AL-QURAN DAN SUNNAH, MAKA TINGGALKANLAH PENDAPAT DI BLOG INI. KEMUDIAN IKUTI PENDAPAT YANG SESUAI DENGAN AL-QURAN DAN SUNNAH.

Teks Khutbah Jumat Lengkap (Bisa di download): Keutamaan Menuntut Ilmu

Bookmark and Share

 Khutbah Jum'at

Keutamaan Ilmu: Cahaya Kehidupan dan Amal Jariah yang Berkekalan

 

KHUTBAH PERTAMA

(Khatib naik ke mimbar, mengucapkan salam, lalu duduk. Muadzin mengumandangkan adzan. Khatib berdiri kembali)

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْإِيمَانِ وَالْإِسْلَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Alhamdulillaahil ladzii an’amanaa bini’matil iimaan wal islaam. Asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. Allaahumma shalli wa sallim ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shahbihii ajma’iin. Ammaa ba’du. Fayaa ayyuhal hadliruun, ittaqullaaha haqqa tuqaatihii wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun.

Ma’asyiral muslimin, jamaah shalat Jumat yang insyaallah senantiasa dirahmati oleh Allah ﷻ,

Di hari yang penuh keberkahan ini, tiada kata yang paling pantas terucap dari lisan kita selain rasa syukur sedalam-dalamnya ke hadirat Allah ﷻ. Atas limpahan rahmat, kesehatan, dan taufik-Nya, kita masih digerakkan hati untuk melangkahkan kaki menuju masjid yang mulia ini, bersimpuh menunaikan kewajiban shalat Jumat.

Shalawat beriring salam mari senantiasa kita sanjungkan kepada teladan abadi kita, Rasulullah Muhammad ﷺ. Semoga kita semua, keluarga kita, serta keturunan kita senantiasa istiqamah menghidupkan sunnah-sunnah beliau dan kelak mendapatkan syafaatnya di Yaumil Akhir. Amin ya Rabbal 'alamin.

Melalui mimbar yang mulia ini, khatib berwasiat, terkhusus bagi diri khatib pribadi dan umumnya kepada jamaah sekalian: mari kita terus perbaiki kualitas takwa kita. Takwa yang bukan sekadar di lisan, tetapi takwa yang mewujud dalam ketaatan nyata di setiap tarikan napas dan langkah kehidupan kita sehari-hari.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Dalam hiruk-pikuk kehidupan, kita sering kali disibukkan dengan urusan mencari nafkah, mengejar target pekerjaan, hingga mengurus administrasi duniawi yang seolah tak ada habisnya. Namun, di tengah semua rutinitas itu, ada satu amanah besar yang kerap luput dari perhatian kita, padahal ia adalah kewajiban sejak kita lahir hingga kelak maut menjemput. Amanah itu adalah menuntut dan mewariskan ilmu.

Agama ini memandang ilmu bukan sekadar deretan angka di atas kertas ujian atau gelar untuk kebanggaan semata. Ilmu adalah pelita. Tanpanya, pandangan kita akan gelap, akal kita akan tumpul, dan hati kita akan mati.

Mari kita renungkan sejenak janji Allah ﷻ kepada hamba-hamba-Nya yang meluangkan waktu untuk ilmu. Di dalam Al-Qur'an Surah Al-Mujadilah ayat 11, Allah ﷻ memberikan jaminan mutlak:

 

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

 

Yarfa’illaahul ladziina aamanuu minkum walladziina uutul ‘ilma darajaat. "...Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..."

Ayat ini adalah bukti bahwa derajat dan kehormatan sejati di mata Allah ﷻ tidak diukur dari seberapa tebal isi dompet kita, seberapa tinggi jabatan kita, atau seberapa mewah kendaraan kita. Kemuliaan itu diukur dari seberapa dalam iman kita dan seberapa manfaat ilmu yang kita miliki.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Terkadang kita merasa berat, merasa lelah, atau merasa sudah terlalu tua untuk belajar. Namun tahukah kita, keringat dan kelelahan dalam menuntut ilmu itu sebenarnya adalah karcis VIP kita menuju surga?

Baginda Rasulullah ﷺ memberikan sebuah kabar gembira yang luar biasa:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

 

Man salaka thariiqan yaltamisu fiihi ‘ilman, sahalallaahu lahu bihii thariiqan ilal jannah. "Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim).

Bahkan, bukan hanya bagi mereka yang duduk mendengarkan pengajian. Bagi para pendidik—baik itu guru di ruang-ruang kelas sekolah, para ayah dan ibu yang sabar membimbing anak-anaknya di rumah, atau siapa saja yang membagikan secercah pengetahuan yang bermanfaat—ada pahala yang tak akan pernah putus meski napas telah berhenti berhembus.

Rasulullah ﷺ bersabda:

 

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

 

Idzaa maatal insaanu inqatha’a ‘amaluhu illaa min tsalaatsin: shadaqatin jaariyatin, au ‘ilmin yuntafa’u bihi, au waladin shaalihin yad’uu lahu. "Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak shalih yang selalu mendoakan orang tuanya." (HR. Muslim).

Bagi kita yang sehari-hari berhadapan dengan generasi muda, menyusun materi pelajaran, merancang evaluasi didikan, hingga menanamkan nilai karakter kepada anak-anak kita sendiri, hadits ini adalah penghibur lelah yang paling sejati. Setiap huruf kebaikan, setiap teguran kasih sayang yang membentuk akhlak mereka, kelak akan menjadi aliran pahala abadi. Merekalah kelak yang akan mendoakan kita saat kita tak lagi mampu mengangkat tangan.

Oleh karena itu, mari kita luruskan kembali niat kita. Jadikan rasa lelah dalam belajar, mengajar, dan mendidik murni sebagai bentuk ibadah kepada Allah ﷻ.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

 

Baarakallaahu lii wa lakum fil qur’aanil ‘azhiim, wa nafa’anii wa iyyaakum bimaa fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qaulii haadzaa wastaghfirullaahal ‘azhiim lii wa lakum, fas taghfiruu inna huu huwal ghafuurur rahiim.

(Khatib duduk sejenak untuk khutbah antara dua khutbah)

KHUTBAH KEDUA

(Khatib berdiri kembali)

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ. وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ. فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

 

Hadirin yang dirahmati Allah,

Sebelum mengakhiri khutbah pada siang hari ini, marilah kita menundukkan kepala, merendahkan hati, seraya memanjatkan doa kepada Dzat Yang Maha Mengabulkan doa. Semoga Allah ﷻ senantiasa mengampuni khilaf kita dan membimbing setiap langkah kita di jalan-Nya.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.

 

Ya Allah Yang Maha Pengampun, ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami yang telah bersusah payah membesarkan kami, dosa para guru yang telah mendidik kami, serta dosa seluruh saudara-saudara kaum muslimin di mana pun mereka berada.

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat. Berikanlah kami kekuatan dan keikhlasan dalam mendidik anak-anak kami, keluarga kami, dan generasi penerus bangsa ini. Jadikanlah setiap tetes keringat kami dalam mendidik sebagai pemberat timbangan amal kebaikan di akhirat kelak.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

 

 

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }