P E R H A T I A N

SILAHKAN DICOPY (DISEBAR LUASKAN), JIKA ADA TULISAN YANG TIDAK SESUAI DENGAN AL-QURAN DAN SUNNAH, MAKA TINGGALKANLAH PENDAPAT DI BLOG INI. KEMUDIAN IKUTI PENDAPAT YANG SESUAI DENGAN AL-QURAN DAN SUNNAH.

Hadits: Tinggalkan Keragu-raguan

Bookmark and Share

Assalamu’alikum, Pembaca yang Budiman.
Pada kesempatan ini penulis akan menghadirkan tulisan dengan topik hadits. Adapun hadits yang akan kita bahas yaitu hadits tentang perintah untuk meninggalkan keragu-raguan.  Rasulullah SAW telah memberikan kita warisan yang tak tergantikan; Alquran dan As-Sunnah. Mari kita amalkan anjuran Rasulullah SAW tentang menginggalkan keragu-raguan. Namun keragu-raguan yang seperti apakah yang mesti kita tinggalkan?
Apakah keraguan atas haramnya sesuatu yang telah jelas haramnya? Atau yang lainnya? Untuk lebih jelasnya silahkan luangkan waktu anda sekitar 1 menit untuk menambah ilmu dan mempermudah kita dalam kehidupan ini. Berikut hadits tentang anjuran untuk meninggalkan keragu-raguan:
عن أبي محمد الحسن بن علي بن أبي طالب سبط رسول الله صلى الله عليه وسلم وريحانته رضي الله عنهما قال حفظت من رسول الله صلى الله عليه وسلم " دع ما يريبك إلى ما لا يريبك " رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح

Dari Abu Muhammad, Al Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib, cucu Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan kesayangan beliau radhiallahu 'anhuma telah berkata : “Aku telah menghafal (sabda) dari Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Tinggalkanlah apa-apa yang meragukan kamu, bergantilah kepada apa yang tidak meragukan kamu “.
(HR. Tirmidzi dan berkata Tirmidzi : Ini adalah Hadits Hasan Shahih)
[Tirmidzi no. 2520, dan An-Nasa-i no. 5711]

Kalimat “yang meragukan kamu” maksudnya tinggalkanlah sesuatu yang menjadikan kamu ragu-ragu dan bergantilah kepada hal yang tidak meragukan. Hadits ini kembali kepada pengertian Hadits keenam, yaitu sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya banyak perkara syubhat”.

Pada hadits lain disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Seseorang tidak akan mencapai derajat taqwa sebelum ia meninggalkan hal-hal yang tidak berguna karena khawatir berbuat sia-sia”.
Tingkatan sifat semacam ini lebih tinggi dari sifat meninggalkan yang meragukan.
Demikianlah tulisan hari ini untuk meng-upgrade pengetahuan kita, mudah-mudahan bisa memperteguh keyakinan kita dan semoga tulisan ini bermanfaat.
Wassalamu’alaikum.

{ 1 komentar... Views All / Post Comment! }